Tampilkan postingan dengan label Bantul. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bantul. Tampilkan semua postingan

Selasa, 24 November 2020

Temu Silaturahmi Majelis Taklim P2AB

Dengan dihadiri lebih dari 100 orang acara Temu Silaturahmi  antar Majelis Taklim P2AB (Paguyupan Pencinta Al Quran Bantul) berjalan dengan lancar dan sukses.


 

Acara dilaksanakan pada hari Sabtu, 21 November 2020 bertempat di Toko Roti Samijan Baru berlokasi di Jalan Ganjuran Paker km2 pada jam 13.00 hingga 15.00.


 

Tamu undangan hadir tepat sekitar pukul 13.00 diantaranya MT Al Furqon Masahan, MT An Nuur Tokolan Tirtomulyo Kretek, MT Assakinah Parangtritis, MT Nur Baitiy Alumni SMEA N Bantul serta pengurus P2AB beserta keluarga besarnya.


 

Acara diawali Tilawah quran oleh Ust Dzulfikar, sambutan dari ketua P2AB dan pembina P2AB Ust Suparman. Dilanjutkan unjuk kemampuan dari perwakilan masing masing majelis taklim serta diakhiri tausyiah Ust Budi Abu Umar.


 

Secara keseluruhan acara berjalan dengan lancar. 

Dukungan sepenuhnya dari sponsor Toko Roti Samijan Cake and Bakery beserta masyarakat sekitar.


 

Dalam acara tersebut, ada pembagian bingkisan berupa Al Quran jumbo dari BM FKAM Jogjakarta sebanyak 20 buan dan 5 buah dari donatur.


 

Dua misi utama kegiatan P2AB adalah pemberantasan Buta Huruf Al quran dan pembagian wakaf Al Quran kepada masyarakat luas.

Gotong royong pengurus P2AB sehari sebelum acara dilaksanakan




Kamis, 05 November 2020

Milad 2th SSMBM Sederhana Namun Meriah

 Rabu, 4 November 2020 Milad Komunitas sepeda SSMBM kembali digelar dengan sederhana.

Meski masih diliputi pandemi, kegiatan bareng bareng kumpul anggota pesepeda tetap berlangsung dengan mematuhi protokol kesehatan.


Panitia tidak mengundang Bpk dukuh serta perwakilan komunitas sepeda kampung lain karena suasana belum memungkinkan. Maka, pemotongan tumpeng dilakukan langsung Bpk Rujoko kemudian diserahkan kepada anggota paling sepuh, yaitu Bp Maryono.


Sambutan ketua SSMBM yang mestinya dilakukan pak Joko, diwakilkan kepada Pak Paijan.

Isi sambutan berisi kilas balik perjalanan SSMBM dari awal pembentukan hingga berjalan selama dua tahun. Selama kurang lebih dua tahun telah mengunjungi tempat wisata maupun kampung kampung yang mempunyai kegiatan positif.

Diantaranya adalah Kampung Dayu Gadingsari SAnden sebagai pilot project dalam pengelolaan sampah yang baru baru ini dikunjungi.

SSMBM telah membikin kaos komunitas sebanyak tiga kali dengan warna yang berbeda.

Artinya sudah dua milad beliaunya tidak bersedia untuk memberikan kata sepatah sambutan.

Berikut beberapa foto peserta milad yang hampir dihadiri semua peserta.




Acara inti Milad berupa tausyiah oleh Ust Suparman menyampaikan penting hidup sehat sebagai bekal untuk beribadah.



Setelah acara inti tausyiah, menjadi puncak acranya adalah makan bersama dengan menu spesial. Kepala kambing, Rica rica enthok, tongseng ayam kampung dan lain lain.


Pemutaran film dokumenter dilaksanakan setelah acara penutupan.

Senin, 01 Juni 2020

Di Sriharjo Imogiri, Destinasi yang Anda Cari

Kapan waktu yang tepat untuk berkunjung ke Sriharjo Imogiri Bantul? Jawabnya adalah sebelum jam 7 pagi atau selepas jam 3 sore.

Kenapa?

Karena di jam jam saya sebutkan diatas banya pemandangan yang indah bisa dinikmati. Hilir mudik petani kesawah, Aktifitas petani di ladang teras sering, embun terlihat mulai menghilang, pegunungan hijau di sebelah utara.

Apalagi?

Jalan menuju lokasi masih terlihat sepi dan syahdu. sepanjang jalan rumah rumah kayu masih dipertahankan keasliannya. dan lain lain.

sepanjang jalan orang sepedaan tiada henti.

aktifitas petani pulang dari sawah

Sebelum jembatan ambrol tempat ini adalah tujuan gowes para pecinta sepeda di seputar kawasan kabupaten Bantul.

Ditempuh dari jalan Siluk, sebelum jembatan ada SMPN 2 Imogiri ambil kiri kalau dari arah Jogja. Masuk lurus kira kira tiga kilometer sampai ke tempat wisata Srikeminut Sriharjo Imogiri.



Bagi penyuka panorama alam pedesaan, berada di kawasan ini tentu sangat dimanjakan.

Aktifitas petani langsung bisa dilihat lebih dekat baik di pinggir jalan maupun di sawah terassering.

Keramahtamahan warga masih bisa dirasakan di tempat ini. setiap kali berpapasan dengan warga lokal, tidak sungkan sungkan mereka merekahkah senyumnya kepada pendatang.



Sebagai pengganti jembatan lama yang ambrol, sekarang telah dibangun jembatan baru di sekitar kawasan kampung pengkol. Jembatan baru untuk kelancaran transportasi lokal penduduk.

Sebelum sampai ke wisata Srikeminut, terlihat dibangun homestay berjajar di pinggir jalan. Tentu sangat menunjang bagi wisatawan lokal maupun regional untuk menikmati suasana di tempat ini. Sriharjo Imogiri Bantul.

Selasa, 05 November 2019

Milad 1 SSMBM

Satu tahun sudah, Kegiatan gowes berbasis jamaah masjid. Pecinta pancal sepeda merambah jajaran orang orang yang saban hari berjamaah sholat di masjid Baitul Muqoddimah Bantul.

Pada hari sabtu, 02 November 2019 di helat acara Milad 1 SSMBM (Sepeda Santai Masjid Baitul Muqoddimah) digelar di Poskamling Rt 01 Teruman Bantul.

Potong tumpeng Bpk Kadus Kreses Minung Mulyanto di serahkan kepada Ketua SSMBM Bp Rujoko.
Acara di awali dengan pembukaan, sambutan ketua panitia hingga pengajian di sampaikan Bp Ust Muh Masyhudi.

Sejumlah undangan sebanyak 100 orang sebagian antusias untuk bergabung.
 Dengan mengedarkan 100 undangan kepada berbagai pihak termasuk Bp Rt 01 Rt 01.
 Komunitas bersepeda SSMBM selain mengunjungi obyek wisata seputar Bantul dan sekitarnya, juga berkunjung ke tempat tempat yang layak untuk dijadikan studi banding, seperti Kampung Anggur Plumbungan Bambanglipuro Bantul.
 Kegiatan bersepeda, menjadi agenda rutin setiap pekan. Selama satu tahun berjalan, tempat yang dikunjungi obyek wisata dan saudara.

Kamis, 06 Juni 2019

Mudik

Kapan terakhir anda mudik? Atau sampai sekarang 1440H/2019M masih melangsungkan tradisi tahunan permudikan?

Apapun harus mudik. (pict Google)
Mudik begitu indah.

Tapi bersyarat, yaitu punya kampung halaman. Lahir di situ menikmati masa anak remaja, mengenyam pendidikan hingga SLTA, setelah itu kuliah dan bekerja di Ibukota. Dapat jodoh tidak dari kota yang sama. Barulah bisa mudik.

Bagi aku, mudik hanya nebeng istri saja. Silaturahmi tahunan wajib sungkem kepada mertua. Menjalin kekeluargaan kepada kerabat dan tetangga istri.

Karena itulah, bisa menikmati perjalanan panjang lima jaman sampai tujuan. Bantul - Purbalingga. Memang nyaman menggunakan bus EFISIENSI. bisa tiduran, turun rest area sampai tujuan tidak begitu capek.

Mengapa motoran? yah karena belum punya mobil!
pict from google.
Menikmati aspal dari Bantul melalui jalur lintas selatan selatan (JLSS). Relatif sepi sehingga mobil motor luar kota melaju begitu kencang. Apalagi melewati area Purworejo Kebumen. Belasan kali melalui jalur ini, jalan belum sepenuhnya mulus. aspal belum jadi, dan sebagian rusak.

Melewati Karanganyar Kebumen hingga Pasar Gombong pun biasanya macet lumayan parah. Baru setelah belok kanan memasuki waduk Sempor, jalan kembali agak sepi tidak seperti jalan utama.

Dari Waduk Sempor hingga ke Susukan Banjar Negara ini medan sangat foto genik. Jalan pinggir sungai berkelok memanjang. Bebatuan besar, Pohon cemara menghijau serta kontur persawahan teras siring. Ingin berhenti disini.

waduk Sempor dari sisi barat.
Jalan sepanjang sempor halus, beberapa kali kelokan dengan turunan dan tanjakan. Lumayan curam. Setelah sampai ke puncak, perlahan jalanan menurun hingga sampai ke sebuah sungai dan lapangan bola kampung. Dari sinilah, pertanda sudah berada di Kab Banjarnegara.

Setelah melewati jembatan sungai Serayu, tinggal perjalanan lurus sampai ke kota Purbalingga.

Masjid Darusalam Purbalingga.
Menelusuri jalan pinggiran kota hingga sampai ke Alun alun Purbalingga. menunjukkan perjalanan setengah hari sudah selesai.

Mudik selalu membawa kesan birrul walidain. Silaturahmi kekeluargaan. Semua ikut merasakan, baik yang muslim maupun non muslim, yang beribadah sungguh sungguh atau tidak. Semua larut dalam suasana penuh kekerabatan.

Mudik berangsur angsur tinggal kenangan setelah ibu bapak mertua telah tiada. Rumah induk keluarga juga sudah berpindah kepemilikan. Trus mau mudik kemana lagi ya enaknya?

Syawal 1440 H.

Selasa, 22 Januari 2019

Menyambung Kembali Konco Lawas

Tri Yuwono. Nama teman satu kelas cukup kesohor sebagai teman paling lucu. Berperawakan sedang rambut tipis dan agak berombak. Biasanya duduk di deretan belakang. Terkesan pendiam, namung sekali kali nyeletuk bikin ngakak sekelas.
Tri Yuwono paling kiri

Selepas menamatkan bangku SMEA Sabdodadi Bantul segera bekerja dari pabrik satu ke pabrik yang lain. Diawali dari perusahaan mebel di Karangkajen, Palembang, banten hingga akhirnya kembali pulang ke Bantul.

Pengurus Alumni SMEA N Bantul jurusan Ketatauasahaan hari Ahad 20 Januari 2019 menyambanginya setelah sekian lama tidak bertemu.

Setelah berbincang dan bertukar kabar pertemuan diakhiri. Untuk keterjalinan persaudaraan antar alumni, dilaksanakan pertemuan rutin pertiga bulanan.

Selasa, 04 Desember 2018

Menyusur Desa Legendaris Mangir

Ada beberapa titik tujuan gowes kami. Saudara jauh dari anggota jamaah, tempat wisata, studi banding, silaturahmi ke jamaah masjid tertentu.

Ahad, 1 Desember 2018 rombongan gowes bertualang ke Dusun Mangir Sendangsari Pajangan Bantul.

Sebuah nama yang legendaris seantero jogja dan sekitarnya adalah Ki Ageng Mangir Wonoboyo.

Berada di sisi barat Kabupaten Bantul, Dusun Mangir diapit dua Sungai yaitu sungai Bedog dan Sungai Progo. Secara umum masih terlihat asri pepohonan terutama bambu Petung masih cukup lebat.

Dusun Mangir terbagi atas tiga yaitu Mangir kidul, Mangir tengah dan Mangir Lor. Bisa dicapai melalui Lapangan Gesikan ke Barat, bisa juga dari wilayah Pandak dan dari Jalur Pajangan Sedayu.

Berikut foto foto kegiatan kami pagi itu.

Jalur yang kami tempuh dari Lapangan Gesikan ke barat, melalui saluran air dan persawahan yang masih nampak alami dan asri.

Rombongan terdiri dari 19 orang

Melewati jembatan rusak dalam proses perbaikan di kampung Ngentak Mangir.

Sungai Bedog tampak surut meski berada di musim penghujan.

Pintu gerbang desa witasa Mangir dengan nuansa gaya majapahitan.

Memasuki petilasan Mushola, Randu Alas 

Inilah Mushola lawas yang masih dipertahankan keasliannya.

Berfoto di depan pohon randu alas yang sudah berusia puluhan tahun.




Masih terlihat banyak sampah di Bendungan Ngancar sebelah selatan desa Mangir. Nampak begitu kurang sedap di pandang mata.

Disebelah utara juga demikian, genangan sampah berhenti dibawah pintu air.

Minggu, 04 November 2018

Gowes Perdana : Green Banyon

Hari Ahad 04 November 2018 Jam 05.00 tet temen temen sudah ngumpul di halaman masjid Baitul Muqoddimah Bantul.

Even gowes bareng bapak remaja dan anak anak baru pertama di laksanakan. Menyenangkan memang.

Rute yang ditempuhpun ternyata luar biasa meski hanya dekat dekat lingkungan rumah.
Jam 05.00 sudah ontime ngumpul.
Start dari masjid Agung manunggal Bantul melajur lewat jalan raya Bantul hingga perempatan Gardu Wisata Kasongan.  Sampai di depan pohon Ringin berhenti sejenak untuk minum.

Rehat di depan pohon Ringin kasongan.



Jalur perpulangan setelah melewati Desa Wisata Kasongan menyisir pinggir sebelah barat sampai ke Dusun Kalipucang. Dari sini ada jembatan baru, melalui persawahan yang tidak begitu luas memasuki kampung Pendowo.

Dari ujung kampung masuk ke arah barat sampai pada sebuah jalan kecil diapit Sungai Bedog dan salurah air Pendowo jalan lurus ke selatan.

Tepat sampai aspal jalan Kalangan belok ke kanan menuruni diatas jembatan kali Bedog hingga ke ujung pertigaan. Sampai pertigaan Kalangan ambil ke kanan lurus sampai gerbang kampung Jipangan.

Pedukuhan Jipangan terkenal sebagai sentra kerajinan Kipas dari bambu. Disinilah ada obyek wisata yang sedang di garap.


Setelah memasuki Gerbang Kampung Jipangan pas di pertigaan ada tempat untuk parkir. Menuju area wisata yang sedang di garap di sebelah selatan Bendungan Pendowo.

Berada di belakang kampung Banyon, lebih asyik kalau di namai Green Banyon (sekedar usaulan nama pak) namanya sudah cukup menjual. hehe...

Rumpun Bambu Petung berada di area ini.
Rumpun Bambu Petung.
Dibagian atas sudah di bangun Gazebo gazebo permanen untuk peristirahatan.


Menuruni dari tempat gazebo ke bawah melalui jalur jalan setapak menuju area cukup luas. Cocok untuk arena permainan dan outbond. Karena belum tergarap pagi itu terlihat daun empring bertebaran disana sini.


Area Out Bound.
Karena sedang musim kemarau, debit air sungai Bedog berkurang drastis. terlihat sebagian dasar sungai dan tebing di pinggiran sungai.


Tebing sungai Bedog terlihat berkarang karena debit air Sungai berkurang karena kemarau.

Kondisi air seperti ini tidak memungkinkan untuk kegiatan Rafting disini. Bisa bisa perahu karet mogok di perjalanan.



Inilah penampakan Bendungan Pendowo dari area calon obyek wisata Jipangan Bangunjiwo Kasihan Bantul.
Air terlihat jernih dan bening tanpa aliran limbah dari pabrik gula Madukismo.
Berada di kawasan obyek wisata yang berada disekitarnya, sangat mendukung untuk pengembangan obyek ini. Dekat dengan Obyek Wisata Goa Selarong, Desa Wisata Kasongan maupun Kampung kerajinan Krebet Pajangan.

Tentu di perlukan kerja keras semua pihak untuk mengangkat calon obyek wisata ini, Green Banyon. hehehe..

Bantul 04 November 2018