Tampilkan postingan dengan label Sleman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sleman. Tampilkan semua postingan

Jumat, 26 Juli 2019

Kisah Inspiratif Pelajar Paspasan.

MAN JADDA WA JADA. Barangsiapa yang bersungguh sungguh maka ia akan berhasil. Demikianlah ungkapan. Sesiapa dengan sekuat tenaga meski penuh keterbatasan, yakinlah bahwa keberhasilan akan menghampiri.



Sebuah kisah yang diceritakan oleh salah seorang teman.

Disebuah desa di pinggiran sebelah barat Yogyakarta. Berdiamlah seorang keluarga sederhana. Ayahnya seorang buruh tani, sementara sang ibu seorang pengrajin tempe.

Dari keluarga ini, tumbuh seorang remaja biasa. Remaja kampung yang tidak begitu pandai. prestasi akademiknya juga biasa biasa saja di salah satu sekolah menengah swasta.

Karena anak ini rajin membantu ibunya membikin tempe, ia sering membaca sobekan koran bekas untuk bungkus tempe tersebut. Dari kebiasaan membaca koran bekas inilah timbul niatnya untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi yaitu perguruan tinggi.

Secara nalar memang sangat tidak lazim untuk bisa meneruskan ke perguruan tinggi. Sekolah Menengah Atas Swasta dengan prestasi biasa biasa. Apalagi melihat orang tuanya dalam keadaan kekurangan. Untuk memenuhi kebutuhan dasar harian saja mesti bekerja keras.

Untuk beberapa saat kepalanya pusing untuk mendapatkan solusi bagaimana dia harus berjuang untuk bisa masuk ke perguruan tinggi.

Alhmadulillah akhirnya jalan keluar datang juga. Dengan tergopoh gopoh dia mendatangi salah seorang kerabat di kota untuk bekerja serabutan. Hasil dari jerih payahnya selamat setahun dia kumpulkan untuk mengikuti bimbingan belajar di sebuah lembaga.

Karena dia mengetahui, prestasi yang pas pasan tidak mungkin bersaing dengan siswa lain yang lebih pinter dan ditunjuang dengan fasilitas.

Setelah menempuh belajar selama satu tahun di bimbel, akhirnya bisa diterima di sebuah perguruan tinggi negeri untuk jurusan exsak.

Selama setahun kuliah, pulang kuliah kembali bekerja pada seorang kerabatnya.

Karena jarak yang cukup jauh dengan kampus dan tempat kerja, maka dia memberanikan mencari tempat bekerja lain yang sekitaran kampus.

Dia mendapat tempat kerja dekat kampus di sebuah warung lesehan. Malam dia bekerja disitu, dengan hasil dan bisa makan gratis. Sementara paginya pergi ke kampus.

Hingga sampai semester tiga belajar di jurusan exsak yang sebenarnya tidak sesuai dengan yang dia harapkan dari awal. Maka, ketika ada kesempatan melanjutkan pendidikan di jurusan komunikasi, dia beralih kesitu meski mengorbankan waktu beberapa tahun lagi.

Berada di Kampus dengan jurusan Komunikasi, semakin menempa dirinya untuk sering menulis. Mencoba beberapa kali mengirim tulisan akhirnya bisa di terima dan dimuat disebuah koran lokal di Yogyakarta.

Dengan rajin mengirimkan naskah ke penerbit tambahlah uang sakunya untuk menambal kebutuhan selama pendidikan.

Jenjang pendidikan Sarjana diraih dengan segenap perjuangan dan keikhlasan.

Setelah cukup berpengalaman dalam dunia pembelajaran dan kepenulisan. Dia masuk kepada jenjang S2 di sebuah kampus di Semarang.

Jarak dari Rumah di Jogja ke Kampus di Semarang ditempuh dengan sepeda motor setiap akhir pekan. Pulang balik, hingga sudah berapa kali ban motornya pecah di jalan. Dan hafal betul titik titik jalan termpat oprasi kendaraan.

Selama satu setengah tahun melakukan perjalanan untuk kuliah menempuh S2, hingga sukses datang. Dia dapat meraih prestasi Nilai tertinggi dan Tercepat dalam meraih program S2.

Nah, inilah hasil dari kesungguhan dan ikhtiar yang tiada henti. Berkat doa dan dukungan orang tua, Allah memberikan kemudahan setelah berbagai hal yang sukar dia alami.

Semoga bermanfaat.

Rabu, 14 November 2018

Nikmati Sensasi di Masjid Ini

Ada beberapa masjid megah dan indah di kawasan Kabupaten Sleman. Belum lama berdiri dan langsung terkenal adalah Masjid Suciati. Malah sebagian orang meluangkan waktu berwisata di masjid ini.

Masjid Suciati berada di Jalan Gito Gati dekat dengan Alun alun dan kompleks perkantoran Kab Sleman. Dibangun oleh seorang pengusaha ayam, Ibu Suciati Saliman.

Selain Masjid Suciati beberapa kampus di kawasan Sleman tidak kalah megahnya. Masjid Kampus UII Masjid Ulil Albab, Masjid Kampus UGM dan tidak lama lagi Masjid Rumah Sakit dr Sardjito masih dalam tahap pemugaran.
Masjid Baitunnur Ngaglik Sleman.

Namun, menurutku ada sebuah masjid yang indah di kawasan Kabupaten Sleman. Berada di Jalan Kaliurang Km 10,5 berada di Kampung Sardonoharjo Rt 02 Ngalangan Sinduharjo Ngaglik Sleman. Namanya Masjid Jami' Baitunur.

Sampeyan pernah kesini?

Beberapa poin yang membuat masjid ini mempunyai nilai plus di banding masjid yang lain. (menurut aku ya hehe)

1. Letak masjid tidak berada disisi jalan raya, menjadikan suasana beribadah lebih khusuk dan tenang.

2. Tempat parkir yang begitu luas, memanjakan para pembawa kendaraan mobil dan motor.

3. Lingkungan parkir rimbun dengan pepohonan tertata rapi, bersih dan rindang. Kendaraan dijamin tidak panas.

4. Di bawah masjid terdapat sungai yang airnya mengalir alami. Berada di dalam masjid suasana syahdu dan sejuk. Udara panas akan tersapu angin dan air yang mengalir di bawahnya. Tanpa harus memasang AC pendingin.

5. Gemericik air sungai menambah suasana terkesan berada di alam pedesaan yang menentramkan.

6. Imam masjid bersuara merdu enak untuk di nikmati .

Ada seorang temen yang mengatakan, jika masjid ini berscore paling tinggi diantara masjid yang berada di Jalan Kaliurang Yogyakarta.

Jika sampeyan penasaran, silakan sekali waktu mampir ke masjid ini. Ancer ancernya, sebelah utara Pasar Gentan masih ke utara. Setelah Swalayan mina utaranya ada pintu gerbang masuk kampung. Masuk ke gerbang itu. Masjid berada di sebelah selatan jalan.

Apakah adalagi masjid yang senyaman ini???

Sabtu, 03 November 2018

Belajar Semangat dari Bu Pairah

Semangat mengaji di kalangan ibu ibu memang luar biasa. Di mana tempat hampir semua majelis taklim di penuhi ibu ibu. Demikian pula di salah satu majelis taklim pembelajaran baca al qur’an di salah satu kampung di Kecamatan Minggir Sleman.
Ibu ibu bersemangat mengaji. Foto : koleksi pribadi

Salah satu dari peserta adalah Bu Pairah usia sekitar 74 tahun. Kerinduan yang dalam untuk bisa membaca Al Qur’an melecut semangat dan rintangan yang ada.

Karena di kampungnya tidak ada tempat untuk belajar membaca Al Qur’an, maka beliau mengikuti ditempat lain kalurahan.

Jarak dari rumah dengan tempat pengajian sekitar 3 km. melewati jalan rusak sepanjang hamparan persawahan. Dengan menaiki motor sendirian.
Berangkat mengaji tanpa ada teman, sudah merupakan nilai lebih tersendiri.

Jika tidak ada keperluan berarti maupun sakit, setiap kamis sore selalu hadir awal di majelis taklim.

Karena sudah cukup sepuh, daya tangkap dan ucap Bu Pairah tentu jauh dari peserta yang masih muda. Hal inipun tidak membuat minder semangatnya untuk bisa membaca qur’an.

Dari awal belum mengetahui jenis huruf hijaiyyah dan setelah berbilang tahun barulah bu Pairah mulai sedikit lancar membaca Al Qur’an.

Perjalanan yang ditempuh bukannya lancar lancar saja. Sudah dua kali beliau terjatuh dari sepeda motornya ketika berangkat mengaji. Hal ini juga tidak mengendurkan semangat mengajinya. Subhanallah luar biasa.

Proses dalam meraih cita cita seperti inilah yang nanti akan dinilai Allah SWT bukan hasilnya. Sudah belajar bertahun tahun, namun hasilnya masih terbata bata tentu tidak mengurangi pahala dalam mengaji.


Bagaimana dengan kita?

yang pengin ngaji qur'an dari awal wa 087738137036

Bantul 03-11-2018

Selasa, 27 Februari 2018

Apakah Warsito Dikuasai Jin?

Warsito (33th) warga Tridadi Sleman ditemukan setelah hilang secara misterius di Bunker Kadiadem di Kawasan Wisata Kaliurang Sleman Yogyakarta pada Minggu(25/2).
Bunker Kaliadem (detik.com)

Selama 4 hari Warsito menghilang dan tidak diketahui dimana dia berada. Setelah diketemukan, Warsito bercerita telah sampai ke kawah Merapi dan bermalam disana.
Warsito ditandu.(Krjogja.com)

Selama dalam perjalanan, hanya makan kembang dan minum air hujan. Medan yang dilaluinya tergolong berat untuk survivor pemula apalagi tanpa bekal yang memadai.

Kejadian yang dialami Warsito cukup sulit dinalar akal sehat manusia. Mungkinkah Warsito dalam penguasaan Jin Penunggu Merapi? Wallahu'alam.

Menurut parah ahli, ada kemungkinan tubuh manusia dikuasai oleh jin/setan. Karena setan telah berikhrar akan menjerumuskan anak turun Adam hingga hari Kiamat.

Sedikitnya ada 4 sebab manusia bisa terkuasai oleh jin/setan. Yaitu :

 1. Rusaknya manusia itu sendiri. Seorang muslim yang lalai dari mengingat Allah, atau yang melakukan hal yang dilarang Allah, berarti menyodorkan diri untuk dikuasai setan dan jin.

2. Manusia melakukan "kejahatan" pada jin, yang biasanya dilkukan tanpa sengaja. Misalnya menjatuhkan barang yang berat di tempat ada jin, tanpa menyebut nama Allah.

3. Disukai Wanita oleh jin laki laki dan sebaliknya.

4. Manusia berada dalam kondisi terlalu senang atau terlalu sedih. Hal ini merupakan pintu masuk yang mudah bagi jin/setan.

Selayaknya kita banyak berdzikir kepada Allah.